alternate universe, Korea, Romance

Drabble: Soonbae [p.c.y]

Drabble: Soonbae

p.c.y

by Akahaizu

Sepertinya ia akan kedengaran begitu naif kalau menyebutnya sebagai ‘takdir’. Tapi, serius, Chanyeol benar-benar tidak merencanakan pengalaman barunya dengan Im Yoona. Boro-boro berencana, mengharapkannya saja ia tidak pernah walaupun ia tahu Im Yoona akan berada di festival yang sama dengannya.

Sebagai informasi, Im Yoona adalah kakak tingkatnya. Selisih dua tahun lebih tua darinya. Terkenal di kampus karena wajah rupawan, prestasi yang gemilang, serta sikap yang, walaupun tidak seanggun Seo Joohyun atau seseksi Tiffany Hwang (yang juga terkenal di kalangan mahasiswa), bisa membuat semua orang menyukainya. Omong-omong, Park Chanyeol juga orang, dan tingkat sukanya pada Im Yoona bisa dikata sudah sampai pada level tertinggi.

Sebagai informasi tambahan, gadis itu menyukai anime dan hal-hal berbau Jepang lainnya. Membuat Chanyeol merasa memiliki sebuah ikatan ketika mengetahui bahwa Im Yoona yang terkenal memiliki kegemaran yang sama dengannya. Gadis itu suka men-cosplay beberapa karakter terkenal dan tergabung dalam komunitas Jejepangan yang sama dengan Chanyeol.

Walaupun begitu, Chanyeol sangat jarang berinteraksi dengan Im Yoona. Mungkin percakapan yang terjadi di antara mereka bisa dihitung dengan jari. Itu juga hanya basa basi singkat yang mungkin telah dilupakan oleh Im Yoona. Jadi, wajar kalau Park Chanyeol benar-benar terkejut ketika Im Yoona tiba-tiba menghampirinya saat festival Jejepangan yang diadakan setiap bulan, kemudian mengajaknya untuk bergabung dengan komunitas cosplay sebelah, lalu menghabiskan sisa festival dengan obrolan-obrolan menyenangkan yang diakhiri dengan segelas venti Chestnut Praline Latte di Starbucks dekat lokasi festival.

Astaga, mimpi apa ia semalam, sampai di­notice oleh senpai favorit. Apakah ini ‘takdir’? Atau suatu petanda untuk hubungan yang lebih akrab daripada sekedar ‘kakak-adik kelas’ atau ‘teman se-komunitas’? Nah, ia kedengaran seperti bocah sekarang. Tapi, serius, Im Yoona yang cantik dan manis benar-benar membuat sisa hari Chanyeol hingga dua hari setelahnya menjadi lebih menyenangkan.

“Kayaknya kau harus update informasi, deh, Park Chanyeol.”

Chanyeol mengerling di antara atensinya pada sang senpai yang duduk di meja paling strategis di kafetaria kampus–di dekat dinding kaca besar yang langsung mengarah ke taman samping kafetaria, spot yang bagus untuk dapat dipandangi dari segala arah. Im Yoona senpai-nya sedang bercanda dengan teman-temannya, sepertinya sedang membicarakan kaleng minuman bersoda karena tangan lentik Im Yoona sesekali menunjuk dan memegang kaleng minuman itu.

“Sepertinya Im Yoona soonbae berkencan dengan Lee Donghae soonbae, deh.”

Kali ini ujaran Ahn Seunghee berhasil menyedot separuh atensi Chanyeol dari Im Yoona. Raut wajahnya benar-benar terkejut. Kening pemuda itu terlihat berkerut samar, dengan pandangan penasaran dan menuntut menatap Ahn Seunghee, meminta pertanggungjawaban karena sudah berhasil membuatnya terkejut.

“Bagaimana? Kau bilang apa?”

Tapi Ahn Seunghee adalah tipe gadis yang suka membuat teman-temannya penasaran. Butuh dua kaleng Coca-cola dan sepotong red velvet cheesecake untuk bisa membuat gadis itu buka suara pada keesokan harinya. “Kabarnya saja, sih. Kemarin saat akan rapat event, Lee Hyori soonbae bilang Donghae soonbae agak terlambat karena Donghae soonbae berangkat dari apartemen Yoona soonbae. Intinya, sih, begitu.”

Chanyeol hampir melempar Ahn Seunghee ke luar jendela kelas mereka. Sialan gadis ini. Chanyeol pikir ia akan mendengar spekulasi beserta bukti, bukannya penyimpulan tidak jelas dari otak tumpul gadis ini. “Mereka teman sekelas, Ahn Seunghee. Lagipula setahuku Donghae soonbae tidak terlalu suka Jejepangan atau cosplay dan sebagainya, dan aku tidak pernah melihat mereka satu meja di kafetaria.”

Chanyeol menolak percaya, terlebih ketika beberapa hari setelahnya, ia kembali mengobrol dengan senpai favoritnya, di taman samping kafetaria, saat sore hari yang cerah. Kali ini Chanyeol menyebutnya ‘takdir yang mengakrabkan mereka berdua’. Masa bodoh dengan bertapa naif dan bocah ia kedengarannya.

“Ada event komik lusa. Rencananya aku akan memakai kostum Harley Quinn, versi Suicide Squad. Bukan Jepang, sih, tapi teman-teman komunitas cosplay datang semua. Kau datang juga, ‘kan? Jangan lupa ajak teman-temanmu, ya.”

Tentu saja, sesuai dengan permintaan khusus dari Im Yoona, ia datang. Beserta Ahn Seunghee dan Min Dongwook, juga Choi Taeho dengan semangat karena 1) ia diajak khusus dan langsung oleh Im Yoona, dan 2) Im Yoona dengan kostum Harley Quinn adalah perpaduan paling sempurna yang bisa Chanyeol bayangkan. Membayangkannya membuat hatinya senang, kemudian memutuskan untuk mampir ke toko bunga saat perjalanan menuju lokasi, menimbulkan komentar pedas dari ketiga temannya.

“Chanyeol a, kau datang!”

Dan Im Yoona dengan kostum Harley Quinn memang merupakan cosplay paling sempurna yang pernah Chanyeol lihat, bahkan dari kejauhan. Im Yoona senpai-nya melambai di seberang kerumunan, membuat Chanyeol bergerak maju melewati kerumunan untuk mencapai senpai-nya.

Senyum Chanyeol bertambah lebar ketika melihat surai pirang dengan corak merah dan biru terlihat membelakanginya, membuatnya bertambah semangat untuk melewati kerumunan. Dan Chanyeol tidak bisa merasa lebih–

–duh.

Wajah sumringah Chanyeol sontak berubah menjadi suram ketika melihat surai kehijauan di balik tubuh Im Yoona. Dengan kedua tangan memegang pinggang Im Yoona dengan erat. Tawa ringan Im Yoona terdengar sesaat kemudian, ketika pemilik surai hijau memutar tubuh Im Yoona seolah Im Yoona adalah miliknya. Seolah Im Yoona senpai adalah milik Lee Donghae soonbae, yang entah mengapa berubah menjadi The Joker dan berlaku begitu mesra dengan Im Yoona senpai-nya.

“Oh, Park Chanyeol! Kau juga datang?”

Bukan Im Yoona senpai-nya yang menyeru kali ini, melainkan Lee Donghae soonbae. Chanyeol tersenyum kikuk seraya menyembunyikan buket bunga di balik punggungnya ketika keduanya saling melepas pelukan dan berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke arahnya.

“Untuk meluruskan sebelum kau berpikir macam-macam,” suara Lee Donghae kembali mendengar, suaranya terdengar serius. “Aku masih menentang tindakan kurang kerjaan yang mencoba menyamakan diri dengan karakter fiktif dari film maupun komik. Tapi gadis nakal ini memaksaku untuk melakukannya dan tidak ada yang bisa menolaknya.”

Chanyeol menelan ludah ketika Lee Donghae mengacak rambut pirang Im Yoona dengan bebasnya dan wajah kesal yang Im Yoona buat-buat di hadapan Lee Donghae. Ada sesuatu yang menyesakkan di dadanya dan membuatnya ingin segera pergi dari hadapan mereka berdua.

Jadi Chanyeol memutuskan untuk pamit dengan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Tapi Chanyeol yakin Lee Donghae dan Im Yoona terlalu sibuk satu sama lain untuk menyadari bahwa Chanyeol hanya mengarang alasan atau sebuket bunga yang Chanyeol sembunyikan di balik punggungnya.

Sayang sekali. Padahal ia sangat menyukai Im Yoona, dan senpai-nya itu sangat baik kepadanya. Mungkin ini yang dibilang orang pemberi harapan palsu. Duh, tapi bagaimanapun juga, bukan Im Yoona senpai yang PHP, hanya ia yang kelewat berharap.

Hah, ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Sepertinya Chanyeol harus merelakan senpai kesayangannya bersama dengan Lee Donghae soonbae. Simpulan Ahn Seunghee benar rupanya.

fin

Hua, lama gak buat cerita. Balik malah bikin ff gaje macam ni. Random banget, huhu *cry. Kritik dan sarannya ya ^^
ありがとうございます

“Nah, sudah kubilang, ‘kan, Im Yoona soonbae dan Lee Donghae soonbae. Kau sih terlalu berharap!”

Saat ini mereka berada di sebuah kafe dekat dengan lokasi event. Park Chanyeol duduk dengan lesu sambil menatap kosong buket bunga yang ia beli untuk Im Yoona senpai. Mengabaikan cappuccino yang Ahn Seunghee taruh di mejanya. Ia patah hati sekarang.

“Harusnya kalau kau mau cari orang yang disuka, cari yang biasa-biasa saja.” Suara Ahn Seunghee kembali terdengar. “Maksudku, kalau ngefan, sih, boleh-boleh saja. Tapi jangan berlebihan. Kau terlalu berharap pada Soonbae, jadinya malah sakit hati, ‘kan?”

“Lalu aku harus bagaimana, eh?”

“Minum dulu. Lalu besok-besok, kalau menyukai orang jangan berlebihan. Kau masih anak kemarin sore untuk ukuran Im Yoona soonbae. Lebih baik kalau suka orang, cari yang seumuran dulu.”

“Seperti siapa? Dirimu begitu? Bilang saja kau mau buketnya. Ambil saja sana.”

Chanyeol menggeser buket bunga ke arah Ahn Seunghee, kemudian melipat tangannya di atas meja dan menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya. Terlalu sibuk dengan patah hatinya untuk menyadari bahwa wajah Ahn Seunghee memerah ketika menarik buket bunga yang ia sodorkan.

Advertisements

6 thoughts on “Drabble: Soonbae [p.c.y]”

  1. Kasihan Chanyeol….,dari segi Chanyeol mungkin ia merasa Yoona begitu dekat dengan Donghae bahkan mungkin Yoona telah menjalin hubungan dengan Donghae.Lalu bagaimana dengan Yoona??apa Yoona memang berkencan dengan Donghae??Ada sequel gak ni thor??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s