alternate universe, Korea, Romance, school life

Nilai [Ficlet]

Nilai

By Akahaizu

Im Yoon-A | AU – School-life | G

 

Nilai itu cuma angka, tidak perlu dibangga-banggakan.

Im Yoon-A menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang baru saja melintas di benaknya. Nilai itu cuma angka, tidak perlu dibangga-banggakan. Lagipula apa untungnya membangga-banggakan nilai? Kalau cuma pujian saja sih, Yoon-A sudah punya banyak. Ia cantik, ia baik, ia bisa menari, dan dengan tiga itu ia bisa mendapat banyak pujian, lebih keren dibandingkan dengan orang-orang yang dipuji cuma gara-gara angka.

Nilai itu menentukan masa depan! Di universitas mana kita akan diterima, itu semua tergantung nilai!

Kali ini Yoon-A mendecih, berpikir bagaimana bisa kalimat menjengkelkan itu lewat di pikirannya. Menentukan masa depan bagaimana? Pernah baca berita tidak sih? Tahu Bill Gates? Atau Mark Zuckerberg? Atau orang-orang lain yang sukses walaupun di drop out dari sekolahnya? Mereka saja bisa sukses tanpa nilai, masa depan mereka terjamin. Yoon-A menganggukkan kepalanya, hanya orang-orang seperti mereka yang patut menjadi panutan.

Nilai mempengaruhi eksistensi di sekolah!

Eksistensi? Apan—

“Wah, lagi-lagi kau yang mendapat nilai terbaik. Cho Kyu-Hyun, kau mau mengajariku, ‘kan?”

Astaga. Yoon-A memutar bola matanya. Di sekolah ini siapa sih yang tidak mengenal Yoon-A? Sebutkan satu dan Yoon-A bersumpah akan membawamu keliling dunia. Dari pemilik yayasan sampai petugas kebersihan pun mengenal Yoon-A. Dan itu jelas sekali bukan karena nilainya yang tinggi atau peringkatnya di kelas. Untuk kasus Cho Kyu-Hyun, dia hanya seorang tampan yang kebetulan punya otak encer yang bisa dijadikan alasan untuk mendekatinya. Tidak lebih.

Tapi nilai juga aka—

“Sudah, sudah. Kalian lanjutkan acara puji-pujinya saat makan siang nanti.”

Suara keras Guru Jung menginterupsi gagasan yang hendak muncul di otak Yoon-A, membuat gadis itu praktis tersentak di atas mejanya. Gadis itu menegakkan kembali tubuhnya, mengarahkan pandangannya ke arah Guru Jung di mimbar depan kelas. Yoon-A menghela napas, lega. Kalau Guru Jung tidak menginterupsinya tadi, ia pasti bakal bergulat dengan pikirannya sampai bel pulang sekolah berbunyi.

“Hei, hei, kalian semua! Sudah kubilang lanjutkan puji-puji kalian nanti!”

Yoon-A mengerling ke arah bangku Cho Kyu-Hyun yang tadi dikerumuni gadis-gadis. Sekarang bangku itu sudah tinggal pemuda itu seorang. Gadis-gadis genit itu sudah berada di tempatnya masing-masing. Teriakan dan pujian histeris mereka berganti menjadi bisik-bisik kagum. Kagum pada wajah Cho Kyu-Hyun, maksudnya.

“Baiklah. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya tapi, sebagai wali kelas kalian, aku harus mengatakannya.” Yoon-A mendecak, basa-basi. “Meskipun nilai-nilai tertinggi sekolah berada di kelas ini, aku membicarakanmu, Cho Kyu-Hyun, Jung Soo-Yeon, tapi rupanya nilai-nilai terendah juga berasal dari kelas ini.”

Guru Jung menoleh ke arah Yoon-A, yang langsung disusul suara cekikikan beberapa orang. Yang ditatap hanya mengalihkan pandangan. Nilai itu tidak penting, nilai itu tidak penting.

“Yah, kurasa aku tidak perlu menyebutkan namanya. Baiklah, sehubungan dengan Ujian Akhir Semester beberapa minggu lagi, juga untuk kebaikan kelas dan diri kalian masing-masing, maka aku memutuskan untuk membuat kelompok Guru-Murid untuk orang-orang yang kurang. Ini berdasarkan peringkat lima besar ulangan harian hari ini, kalian bisa cari tahu sendiri. Lima besar terbaik dan lima besar terendah.”

Aduh, sialan. Yoon-A mengumpat dalam hati sementara yang lain masih bisik-bisik ramai satu sama lain. Ia berada di posisi kedua dari bawah dan artinya ia akan bersama Jung Soo-Yeon. Sama sekali bukan kabar baik.

Yoon-A memang tidak terlalu dekat dengan Jung Soo-Yeon walaupun adiknya merupakan salah satu junior kesayangan Yoon-A di klub dance sekolah. Mereka tidak pernah saling bicara, apalagi menegur. Gadis itu sepertinya tidak ingin dekat-dekat dengan Yoon-A sejak awal mereka bertemu di awal semester 2 kemarin, Entah karena apa. Apapun itu, yang jelas Yoon-A tidak akan peduli. Lagian siapa juga yang mau dekat-dekat dengan gadis genit dan menjengkelkan macam Jung Soo-Yeon? Jangan sampai.

Tapi sekarang Guru Jung malah memasangkannya dengan Jung Soo-Yeon. Bencana besar.

“Kurasa kita perlu beberapa perubahan.” Guru Jung tiba-tiba berkata dan membuat semua yang berada di kelas otomatis memusatkan perhatian ke arahnya. “Berhubung biasanya Im Yoon-A—” Yoon-A mengerutkan kening ketika namanya disebut. “—ya, kau Yoon-A. Berhubung sepanjang semester ini kau lebih banyak berada di peringkat terakhir, kurasa aku harus buat beberapa pengecualian. Aku akan menukar posisi guru untuk dua orang di peringkat terbawah. Jadi Jung Soo-Yeon, kau menjadi guru Jung Eun-Ji, dan kau Yoon-A, kau akan bersama Cho Kyu-Hyun.”

Cho Kyu-Hyun? Hah?

Yah, sekarang tentang Korea, bukan Jejepangan lagi. Yang ini sama absurd-nya kaya yang sebelumnya lebih absurd lagi malah. Oke, maaf buat typo dan grammatical error-nya. Maklum, masih amatir. Bagi yang baca, mohon disempatkan like dan comment-nya. Terimakasih ^^

Advertisements

6 thoughts on “Nilai [Ficlet]”

  1. Masi ad lanjutannya kn chingu? Pnsaran abis,. Dtggu next chapter ny hehe klo bisa kyuna chingu,. Oy salam knal aku reader baru 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s